Opini: Silaturahim Insan Pers yang Luar Biasa tapi Antiklimaks—Mencari Taji Pers di Tengah Badai Krisis Global
Oleh: Yudhy Elwahyu (Ketua Umum Persatuan Jurnalis Nusantara)

KARAWANG, PJN Media – Rabu, 11 Maret 2026 Aula Husni Hamid menjadi saksi berkumpulnya ratusan insan pers dari berbagai lintas organisasi. Sebuah inisiasi luar biasa dari tokoh pers Doni Ardon yang patut diberi apresiasi setinggi-tingginya. Mengumpulkan ratusan jurnalis dalam satu frekuensi bukanlah perkara mudah; itu adalah bukti kekuatan jaringan dan magnet kepemimpinan beliau.
Namun, di balik riuhnya semangat kebersamaan tersebut, tersisa satu pertanyaan mengganjal dalam benak saya: Setelah bersalaman dan berfoto, lalu apa?
Dengan tema prestisius “Pers Kuat Industri Kuat”, forum tersebut seharusnya menjadi kawah candradimuka lahirnya gagasan visioner. Sayangnya, saya merasakan sebuah antiklimaks. Potensi “efek getar” yang seharusnya menjangkau isu global justru terperangkap dalam isu-isu klise, basi, dan sekadar rutinitas seremonial yang mengharap kehadiran pejabat untuk membuka acara.
Pers di Tengah Pusaran Krisis Global dan Konflik Timur Tengah
Dunia hari ini tidak sedang baik-baik saja. Eskalasi konflik di Timur Tengah telah memicu volatilitas harga energi dan gangguan rantai pasok global (global supply chain). Sebagai pilar keempat demokrasi, pers tidak boleh hanya asyik dengan dirinya sendiri.
Ekonom kerakyatan, Prof. Mubyarto (dalam diskursus ekonomi Pancasila), selalu menekankan bahwa ketahanan nasional bergantung pada ekonomi bawah. Dalam konteks hari ini, pakar ekonomi global dari World Economic Forum sering mengingatkan bahwa “Informasi adalah komoditas baru yang menentukan stabilitas pasar.”
Harusnya, forum di Aula Husni Hamid kemarin mendiskusikan bagaimana jurnalisme multiplatform bisa menjadi benteng bagi UMKM—penopang utama ekonomi kita—dalam menghadapi hantaman krisis global. Ketika harga bahan baku naik akibat konflik internasional, pers seharusnya hadir sebagai penyambung lidah industri untuk melahirkan solusi, bukan sekadar pelapor berita yang dangkal.
Gagasan Kebaruan: Media Sebagai Lokomotif Ekosistem Digital UMKM
Jika kita bicara “Pers Kuat Industri Kuat”, maka pers harus bertransformasi menjadi Strategic Partner bagi industri nasional. Ada beberapa gagasan kebaruan yang seharusnya lahir sebagai Petisi atau Rekomendasi dari forum kemarin:
- Media sebagai Data Broker untuk UMKM: Pers tidak hanya menulis profil, tetapi menggunakan data investigasi untuk memetakan pasar baru bagi produk lokal di tengah lesunya ekspor akibat krisis Timur Tengah.
- Membangun Transmedia Storytelling Industri: Mengemas narasi industri nasional melalui berbagai platform (Sosial Media, Podcast, Video Pendek) untuk meningkatkan kepercayaan investor asing terhadap stabilitas ekonomi dalam negeri.
- Rekomendasi Kebijakan “Digital Protectionism”: Pers mendesak pemerintah melalui petisi resmi untuk memperkuat ekosistem digital lokal, agar pasar UMKM tidak terus-menerus digempur oleh produk impor yang masuk melalui celah krisis global.
Menolak Dangkal, Menuntut Substansi
Kita tidak butuh lagi lengkingan suara yang hanya berputar pada isu internal organisasi atau ketergantungan pada anggaran seremonial pemerintah. Itu terlalu dangkal untuk kapasitas ratusan jurnalis yang hadir kemarin.
Seorang pakar komunikasi massa pernah berujar, “Media yang kuat adalah media yang mampu membuat pemerintah merasa perlu untuk berkolaborasi, bukan media yang merasa perlu untuk sekadar diapresiasi.”
Sudah saatnya kita melahirkan Rekomendasi Langkah Konkret kepada pemerintah: Bagaimana jurnalisme bisa memperluas distribusi produk UMKM secara global melalui kekuatan narasi digital. Kita butuh aksi nyata yang membumi namun memiliki dampak yang terasa hingga ke level kebijakan internasional.
Kesimpulannya, saya salut pada semangat Doni Ardon dalam menyatukan kita. Namun, sebagai insan pers yang merdeka, kita punya utang moral untuk tidak membiarkan momentum sehebat itu layu sebelum berkembang. Jangan biarkan pertemuan besar berakhir sebagai reuni tanpa taji. Mari kita kembalikan insting jurnalistik kita untuk menjawab tantangan zaman: Memperkuat Industri Nasional di Tengah Badai Global.
Artikel ini sudah terbit di mediastara.com (member of PJN Media)
